Selamat Datang di Desa Sidoharjo  

Padukuhan Madigondo

KKN UAJY 30 Desember 2019 10:20:27

PROFIL PADUKUHAN MADIGONDO

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini memiliki status istimewa atau otonomi khusus, yang merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. DIY terdiri dari satu ibu kota dan empat kabupaten. Ibu kota DIY terletak di Kota Yogyakarta dan empat kabupaten lainnya terdiri dari Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kulon Progo. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat. Batas Kabupaten Kulon Progo di sebelah timur yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah, di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah, dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Kabupaten Kulon Progo memiliki topografi yang bervariasi dengan ketinggian antara 0-1000 meter di atas permukaan air laut. Kabupaten ini terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu: Kulon Progo bagian utara, tengah, dan selatan. Padukuhan Madigondo, berada di Kecamatan Samigaluh yang termasuk dalam Kulon Progo bagian utara dengan ketinggian antara 500-1000 meter di atas permukaan air laut. Penggunaan lahan di wilayah ini diperuntukkan sebagai kawasan budidaya konservasi dan merupakan kawasan rawan bencana tanah longsor. Padukuhan Madigondo memiliki kontur tanah atau topografi yang bervariasi dan bergelombang sehingga rawan longsor saat musim penghujan.

Dibalik kedaan lahan yang memiliki potensi rawan bencana alam, namun Kabupaten Kulon Progo memilki potensi yang bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat berkunjung ke kabupaten tersebut. Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah yaitu objek wisata kampung kopi. Objek wisata ini salah satunya terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh.  Secara geografis Desa Sidoharjo terletak di wilayah pegunungan Menoreh Kulon Progo Utara, di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo dengan luas ± 1.352, 68 ha. Desa Sidoharjo terdiri dari 18 padukuhan, salah satunya yaitu Padukuhan Madigondo yang merupakan salah satu padukuhan yang sedang dijadikan sebagai objek wisata kampung kopi. Adapun luas wilayah Padukuhan Madigondo sebesar ± 727.874,71 m2. Dengan wilayah yang terbentang luas tersebut, adapun batas-batas wilayah Padukuhan Madigondo, yaitu:

Utara   : Padukuhan Wonogiri dan Provinsi Jawa Tengah

Timur   : Padukuhan Wonotawang dan Kecamatan Kalibawang

Selatan : Padukuhan Munggang Lor

Barat    : Padukuhan Nyemani

Wilayah Padukuhan Madigondo digunakan untuk perkebunan kopi sekitar ± 30n sisanya digunakan untuk beternak, kawasan hutan, dan juga pemukiman penduduk. Jarak dari Padukuhan Madigondo ke balai desa ± 6,9 km, jarak dari Padukuhan Madigondo ke kecamatan  ± 10 km, sedangkan untuk menuju Kabupaten Kulon Progo dibutuhkan waktu ± 1 jam dengan jarak tempuh ± 35 km.

Padukuhan Madigondo dilewati oleh jalur alternatif yang nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hal ini dikarenakan, Kabupaten Kulon Progo akan menjadi kawasan otoritas strategis 10 Bali baru, yang tentunya di dalamnya termasuk Padukuhan Madigondo tersebut. Dengan dikembangkannya hal tersebut, maka terdapat beberapa pembangunan yang sedang dijalankan untuk melakukan perbaikan pada beberapa bagian jalan di Padukuhan Madigondo yang kurang terawat dengan kriteria jalan berlubang dan belum beraspal.

Dengan berkembangnya Padukuhan Madigondo sebagai daerah yang nantinya menjadi kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, maka pembangunan sarana dan prasarana di kawasan ini terus dilakukan. Beberapa sarana dan prasarana yang sudah dimiliki oleh Padukuhan Madigondo, meliputi:

1. Sarana Pendidikan

      Terdiri atas: PAUD, TK, dan SD yang terletak di Madigondo Wetan.

2. Sarana Keagamaan

       Terdiri dari Masjid, Pura, dan Kapel. Kapel di Madigondo masuk dalam paroki St. Theresia Liseux Boro, Kalibawang.  

 3. Sarana Keamanan

       Terdapat pos kampling disetiap RT.

4. Sarana Sosial Budaya dan Pariwisata

        Terdapat sarana kebudayaan berupa gamelan dan berbagai perlengkapan untuk pentas seni Jatilan yang disimpan di salah satu rumah warga. Sarana pariwisata terdapat homestay yang merupakan rumah warga untuk mendukung destinasi wisata seperti Watu Tekek, Watu Jengger, dan Air Terjun Sidoharjo.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung