Centella asiatica atau yang biasa dikenal dengan nama pegagan merupakan tanaman yang banyak tumbuh secara liar di perkebunan, ladang, sawah, bahkan di tepi jalan. Pegagan adalah tanaman yang berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pegagan sendiri termasuk tanaman herba tahunan yang tumbuh secara menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini sudah secara luas dikonsumsi secara segar oleh masyarakat sebagai lalapan. Hal tersebut tidak terlepas karena pegagan dikenal sebagai tanaman yang memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Dewasa ini pemanfaatan tanaman pegagan sudah sangat bervariasi, mulai dari pembuatan keripik daun pegagan, teh pegagan, serta pegagan juga dapat diolah menjadi obat kapsul, krim, salep, hingga obat jerawat. Tanaman dengan nama ilmiah centella asiatica ini memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi.

Pada tanggal 27 Juli 2024 Tim KKN-PPM UGM dengan kode YO090 berkesempatan mengadakan pelatihan pembuatan teh pegagan dengan sasaran kelompok Desa Prima Kalurahan Sidoharjo. Pegagan dipilih sebagai bahan pelatihan karena melimpahnya tanaman tersebut di daerah Kalurahan Sidoharjo. Dan pegagan memiliki banyak manfaat diantaranya, dapat melancarkan peredaran darah, menjaga fungsi otak, meredakan nyeri sendi, mengatasi sulit tidur, mengurangi kecemasan, mencegah penyakit Alzheimer, dll.
Produk minuman teh dipilih sebagai bentuk alternatif pemanfaatan tanaman pegagan karena pengolahannya yang mudah dan mampu menambah nilai jual dari tanaman pegagan tersebut. Cara pengolahan daun pegagan hingga menjadi teh siap konsumsi cukup sederhana, yaitu:
Dari hasil pelatihan pembuatan produk teh tersebut diharapkan dapat membantu kelompok Desa Prima dalam memvariasikan produk mereka mengenai hasil olahan tanaman pegagan.